Pelacur adalah seorang perempuan yang membisniskan tubuhnya demi uang/materi. Ada yang ga setuju dengan definisi ini? (ayo ngacung yang ga setuju! biar kulempar ma sepatu)
Kalo begitu, seorang istri juga bisa dikategorikan pelacur. Dia jelas memberikan tubuhnya pada suami demi diberi uang bulanan (different case kalo isterinya juga bekerja). Seorang wanita yang berpacaran juga bisa dibilang pelacur karena dia memberikan tubuhnya (mungkin ga sampe ML, tapi tetep saja ada aktivitas seksual disitu) dan sebagai imbalannya dia diajak jalan2, dibayari makan, nonton, dibeliin hadiah yang bagus2..Yah, mungkin kamu bakal bilang : “si cewek kan juga menikmati. Dia memberinya dengan ikhlas”.
Bukankah pelacur juga bisa menikmati pekerjaannya?
Suddenly, a though struck my head : Omigod, kalo gitu semua wanita pelacur dunk.
(mungkin bukan pelacur, tapi escort).
Semua wanita memberikan companionship, hati, tubuh (tangan dan bibir) dengan harapan diberikan perhatian, materi, ditemani. Ayo, apa itu bukan prostitusi namanya? tapi bermainnya tidak dgn uang, melainkan dengan perasaan (ato bisa juga dengan uang sih).
Jadi, apa pacaran dan pernikahan = praktek prostitusi modern? ato ini hanya trade-off?
chrisibiastika said
Err… Mo berpanjang lebar ah sekali-sekali.. biasanya nyampah sih..
Setauku, pelacur memang (mungkin) bisa menikmati pekerjaannya, tapi gak pake perasaan. Mereka terbiasa memisahkan perasaan dan profesionalisme soalnya kalo gak gitu mereka akan sakit hati. Itu ada cerita di salah satu novel yur. Aku lupa judulnya, punya si julian. Hehehe. Dan mereka dibayar untuk itu. Sifatnya temporary pula.
Kalo istri itu kan diikat dengan komitmen dan perasaan berperan penting di dalamnya. Dan tentunya bersifat permanen. Di dalamya ada cinta, kepedulian, tanggung jawab, keinginan berbagi, dan lain lain (alah kayak dah pernah aja)
Singkatnyaaaa… Beda seorang istri/pacar ama seorang pelacur itu adalah di segi tanggung jawab. Kalo seorang suami/pacar, dia gak hanya memberikan nafkah (untuk yang sudah berkeluarga), tapi juga PEDULI atas kebahagiaan pasangannya. kalo para pria yang make pelacur, mana peduli dia setelah ML si pelacur puas apa enggak. Kesakitan apa enggak. yang penting nafsunya tersalurkan. Udah. itu yang namanya prostitusi.
Begindaaaang…. *dilempar sepatu*
xntia said
“tapi juga PEDULI atas kebahagiaan pasangannya” –> bukankah kebahagiaan di-trade dengan kebahagiaan? ketika kita dibahagiakan, kita jadi ingin membahagiakan dan sebaliknya.
Berarti, kebahagiaan adalah komoditi??
Udah ah, tambah GeJe**
chris said
gak bisa disebut komoditi yur, karena gak bisa disepakati harganya. bisa jadi untuk si wanita standar kebahagiaan itu adalah cincin berlian, sedangkan menurut si lelaki, harga yang pantas hanyalah sebatas diajak makan di Pizza Hut. Hohoho….
Makin geje..